Senin, 07 September 2015

Alun-Alun Lumajang

Alun-alun lumajang merupakan jantung Kota, kerap kali digunakan acara keluarga, piknik, bersantai, upacara hari besar nasional. dan event hari jadi, serta ecent olahraga, semua di lakukan disini, tatanan dari alun-alun lumajng merupakan tatanan yang sesuai dengan aturan dari jaman pemerintahan belanda, yaitu jika kita berdiri di tengah alun-alun maka di belakang kita terdapat kantor bupati lumajang, menandakan kita didukung oleh masyarakat lumajang secara keseluruhan dari belakang. dan disebelah kiri kita ada Lembaga Pemasyarakatan sedangkan disebelah kanan terdapat Masjid Agung Anas Mahfudz, hal ini merupakan peneimbang sekaligus pananda mana yang baik, mana yang buruk. dan jika kita menhdapa ke depan terdapat Pendopo atau tempat tinggal, dimana alun-alun sebagai halamannya.

Masjid Agung Anas Mahfudz

Pohon Bringin di tengah Alun-alun

Kantor Bupati di sebelah utara alun-alun

Pendopo di sebelah selatan alun-alun
alun-alun lumajang dari atas
Di tepi Alun-alun Lumajang sebelah utara terdapat bangunan mirip candi, berlubang tembus, terdapat CANDRA SENGKALA yang berbunyi "TRUSING NGASTA MUKA PRAJA" (TRUS=9, NGASTA=2, MUKA=9, PRAJA=1). Bangunan ini merupakan tetenger atau penanda, ditujukan untuk mengenang peristiwa bersejarah, yaitu pada tahun 1929. Lumajang dinaikkan statusnya menjadi REGENTSCAH otonom per 1 Januari 1929 sesuai Statblat Nomor 319, 9 Agustus 1928. Regentnya RT KERTO ADIREJO, eks Patih Afdelling Lumajang (sebelumnya Lumajang masuk wilayah administratif Kepatihan dari Afdelling Regentstaschap atau Pemerintah Kabupaten Probolinggo).

Pura Mandara Giri Semeru Agung

Pura Mandara Giri Semeru Agung
Awalnya Pura Mandara Giri hanya berada diatas tanah pekarangan seluas 20 x 60 meter. Setelah 3 tahun kemudian, areal tanah berkembang menjadi dua hektar. Sehingga, bangunan pura yang semula nampak sederhana, kini, sudah berkembang megah. Menjaga senyawa bangunan, dan fungsinya, pura  ini tak pernah sepi dari aktifitas keagamaan. Bermula dari upacara Pamlaspas Alit dan Mapulang Dasar Sarwa Sekar yang digelar pada Minggu manis, Wuku Menail, 8 Maret 1992.

Akses menuju pura, jalannya sudah cukup baik. Bahkan, mampu mengakomodir rombongan puluhan Bus dari Bali yang datang untuk melakukan peribadatan.

Pura Mandhara Giri Semeru Agung Merupakan salah satu pura tertua di Nusantara. Letaknya bertopografi pegunungan dan berhawa sejuk yakni Senduro Kabupaten Lumajang yang diyakini dekat dengan nilai spiritual umat Hindu yakni sejarah gunung Semeru.
Pura Mandagiri Semeru Agung, kini juga ditetapkan sebagai obyek Wisata Ritual (Keagamaan) yang dilakukan oleh Umat Hindu, terutama masyarakat Bali yang datang melakukan peribadatan,Pura ini Berada di Kecamatan Senduro, letaknya sekitar 25 Km ke arah barat dari Kota Lumajang.
Untuk sampai ke lokasi Pura yang biasanya dijuluki Pura Kahyangan Jagat (tempat memuja Hyang Widhi Wasa), dapat dijangkau dengan mudah, karena akses jalannya sudah cukup baik. Bahkan, mampu mengakomodir rombongan puluhan Bus dari Bali yang datang untuk melakukan peribadatan.
Untuk di areal ruangan tersebut pengunjung diijinkan masuk dengan memberitahu dan meminta izin terlebih dahulu kepada petugas. Sedangkan untuk Pura Utama, bagi pengunjung yang bukan umat Hindu dan tidak ada keperluan untuk beribadah, pengunjung dilarang untuk memasukinya
Untuk memudahkan mendapatkan informasi, Dinas Kebudayaann Pariwisata Telah membuat Pusat Informasi Pariwisata Lumajang yang terletak di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT) Lumajang Telp. 0334-891418 e-mail: pariwisata_lmj@yahoo.com para wisatawan juga dapat melihat dan mengetahui jenis-jenis paket wisata yang ada di Kabupaten Lumajang.




Gaya, struktur dan komponen-komponen arsitekturnya mengikuti gaya arsitektur pura-pura di Bali, yaitu arsitektur tradisional Bali yang masih mengikuti gaya arsitektur zaman kerajaan Majapahit. Gaya arsitektur ini dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu dengan dasar-dasar filsafat dalam ajaran agama Hindu. Di kawasan Pura ini banyak terdapat bangunan pendukung Di antaranya adalah ruangan semacam pendapa atau aula, Bale Gajah itu terdapat ornament beberapa patung gajah, CandiBentar (apit surang), dan candi kurung (gelungkuri). Ada juga, suci sebagai dapur khusus dan bale patandingan.








Sabtu, 05 September 2015

Air Terjun Kapas Biru

Air Terjun Kapas Biru terletak di daerah pronojiwo kabupaten Lumajang, kurang lebih 1 km setelah pasar pronojiwo terdapat banner air terjun kapas biru. Air terjun ini memilki rona warna kebiruan pada setiap sisi air terjunnya dan pastinya tempatnya sangat indah, dan untuk menuju lokasi tersebut hanya membayar parkir 5000 dan tiket masuk 3000. jarak tempat parkir menuju lokasi air terjun kurang lebih 2 km dengan turunan yang cukup curam yaitu 40-45 derajat dan melewati tangga yang hampir 90 derajat. Tapi jangan khawatir, karena sudah dibangun pagar dan tangga, jalannya juga cukup mudah. Air terjun kapas biru konon katanya dapat menyembuhkan penyakit, air terjun ini masih belum resmi ditetapkan oleh PEMKAB Lumajang. Sarana dan prasarana untuk menuju lokasipun masih swadaya masyarakat sekitar, bijak ya saat berkunjung, Bawa sampahmu kembali!.
 
Copyright © 2014 Cacak & Yuk Lumajang